blog how to, blog trick, blog tips, tutorial blog, blog hack

Satono Layak Diberhentikan

Rabu, 12 Januari 2011
Satono Layak Diberhentikan: "JAKARTA – Kendati Gubernur Lampung Sjachroedin Z.P. memastikan tidak pernah mengajukan usul penonaktifan Satono sebagai bupati Lampung Timur, DPRD setempat optimistis Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) akan menonaktifkan Satono tanpa usulan gubernur.
"
Read Full 0 comments

TKI Perempuan Dijadikan Kurir Narkoba

JAKARTA – Badan Narkotika Nasional (BNN) membongkar sindikat perdagangan narkoba yang dikendalikan oleh napi kasus narkoba di Lapas Nusakambangan. Jaringan itu diduga melibatkan sejumlah sipir lapas yang dikenal berpengamanan ketat tersebut.

Direktur Narkotika Alami BNN Benny Mamoto mengatakan, operasi pengungkapan sindikat narkoba itu berlangsung pada 20 November–31 Desember 2010. ’’Total, ada 13 pelaku yang ditangkap, termasuk napi kasus narkoba Surya Bahadur Tamang alias Kiran alias Boski," tutur Benny kemarin.

Aparat menyita barang bukti berupa 4,06 kilogram sabu-sabu, 895 gram heroin, serta buku tabungan dan kartu ATM dari berbagai bank swasta nasional. Juga uang tunai Rp2.034.078, USD189.458, dan 7.400 riyal.

Menurut Benny, operasi BNN itu dimulai dengan penangkapan dua anggota jaringan Boski, yakni Laurens dan Leo, di areal PGC, Jakarta Timur. Sehari kemudian, dua warga negara Malaysia sindikat Boski, yakni Arivnhatan Aguthan dan Perumal G. Angutan, dibekuk di sebuah hotel di bilangan Jakarta Selatan.

Selain mereka, ada delapan anggota jaringan itu yang ditangkap. Mereka terdiri atas PNS mantan sipir lapas yang bernama Didi Riyanto, tiga warga negara Malaysia, dan empat WNI. Hasil penangkapan itu mengarah kepada Boski yang kini berada di Lapas Nusakambangan karena didapati membawa narkoba pada 2001 di Bali.

Boski divonis 20 tahun penjara dan baru menjalani delapan tahun hukuman. Padahal, tak lama lagi dia akan bebas bersyarat. Tapi, dengan kasus itu ceritanya lain. ’’Berdasar hasil itu, kami menengarai keterlibatan pihak Lapas Nusakambangan yang lain. Karena itu, penyelidikan dan penyidikan akan dilanjutkan," tambahnya.

Menurut dia, jaringan internasional itu tidak akan bisa berkembang tanpa bantuan petugas lapas. ’’Kami juga telah menangkap sipir yang menjemput barang haram itu di bandara. Saat dibekuk, dia mengaku akan mengambil barang orang lapas, tapi tak tahu isinya," paparnya.

Benny mengatakan, beroperasinya jaringan narkoba internasional di Indonesia mengindikasikan tingginya konsumsi barang terlarang itu di negara ini. ’’Sayangnya, kami belum bisa memprediksi angka konsumen riilnya," jelasnya.

Dia menambahkan, jaringan itu bergerak dengan menggunakan kurir. Sebagian kurir yang direkrut merupakan tenaga kerja perempuan, antara lain, yang menuju Malaysia, Hongkong, dan Tiongkok. ’’Disimpan dengan ditelan. Disimpan dalam koper yang dilapisi pelat logam, juga di termos, kancing kimono, kaki palsu, atau handuk basah untuk sabu-sabu cair," ungkapnya.

Sementara itu, terang Benny, transaksi mereka lakukan dengan meminjam KTP dan nomor rekening orang lain agar sulit dilacak. ’’Masyarakat diimbau berhati-hati bila ada yang meminjam KTP atau nomor rekening. Yang ingin berangkat atau pulang dari luar negeri juga harus waspada bila ada yang menitipkan barang," ucapnya. (jpnn/c2/adi)

Read Full 0 comments

Bupati Lampung Tengah mengunjungi Desa Nambah Dadi

Selasa, 11 Januari 2011
GUNUNGSUGIH- Bupati Lamteng Hi.A. Pairin, S.Sos kemarin (5/1) mengunjungi warga Kampung Nambahdadi, Kecamatan Terbanggibesar, Lamteng, pasca dilakukannya mediasi usai bentrok antar kampung yang terjadi Kamis (30/12) lalu.

Mediasi dilaksanakan di aula Kopiah Emas Pemkab Lamteng, Jumat (31/12) bersama unsur dari tiga kampung, yakni Kampung Tanjungratuilir, Kecamatan Waypengubuan; Kampung Nambahdadi, Kecamatan Terbanggibesar dan Kampung Fajarmataram, Kecamatan Seputihmataram.

Pada kunjungan kemarin, Bupati Lamteng Hi. A. Pairin berharap agar masyarakat yang telah mengikat perdamaian, agar betul-betul ikhlas berdamai.

”Mengenai kerugian dan juga korban yang meninggal akan dibicarakan kemudian dengan difasilitasi oleh Pemerintah Kabupaten Lamteng,” katanya.

Sementara, Kepala Kampung Nambahdadi Supriyanto berharap, mudah-mudahan kejadian tersebut merupakan yang pertama dan terakhir kalinya.

”Untuk selanjutnya, ke depan kita bersama hidup tentram dan damai seperti selama ini,” harapnya.

Untuk diketahui, rapat mediasi yang dihadiri perwakilan dari 3 kampung tersebut di aula kopiah Emas Jumat (31/12) lalu, juga dihadiri anggota DPD RI Anang Prihantoro, Kapolres Lamteng AKBP Budi Wibowo, Dandim 0411 Lamteng Letkol Ramadi Siregar, dan anggota DPRD Lamteng Bambang Suryadi.

Pada kesempatan itu, Pairin memediasi agar masing-masing pihak berdamai. ''Kalau tidak ada yang saling mengalah, persoalan tidak akan selesai. Sehingga perlu dicarikan solusinya, yakni melalui perdamaian,'' ujar Pairin.

Kemudian Pairin menegaskan, kepada camat harus siap di tempat masing-masing. Selanjutnya, unsur kampung yang diundang agar dapat memberikan informasi kepada masyarakat bahwa tidak ada persoalan lagi. Karena ketiga kampung telah sepakat berdamai.

Sementara, Anang Prihantoro mengatakan, melalui upaya perdamaian antar kampung, diharapkan tidak ada lagi aksi balas dendam. Kemudian perdamaian yang telah disepakati, nantinya disampaikan kepada masyarakat yang berada pada masing-masing kampung. Sehingga, masyarakat menjadi tenang dan tidak lagi merasa khawatir untuk melaksanakan aktivitas seperti biasanya.

Kemudian, Kepala Kampung Tanjungratuilir Amin mengaku, sepakat untuk berdamai.

''Kepada saudara saya yang ada di Nambahdadi, semua ini adalah musibah. Kami sebenarnya tidak bermusuhan karena sudah berpuluh-puluh tahun hidup berdampingan dengan kampung lainnya,'' kata Amin.

Hal senada dikatakan Kepala Kampung Nambahdadi dan tokoh masyarakat Kampung Fajarmataram, yang sepakat untuk berdamai dan tidak akan membuat aksi balas dendam.

Perdamaian itu tertuang dalam perjanjian tertulis yang ditandatangani masing-masing kepala kampung dan tokoh masyarakat setempat.

Sedangkan Kapolres Lamteng AKBP Budi Wibowo mengatakan, untuk pelaku tindak kriminal, akan dilakukan proses secara hukum. Karena polisi bertindak untuk melakukan penegakan hukum.

''Kalau nanti pelaku tindak kriminal tidak dilakukan proses hukum, nanti dengan cara berdamai saja sudah bisa selesai dan tidak dihukum,'' tegas Kapolres beberapa waktu lalu. (*)

sumber: radarlamteng.com

Read Full 0 comments

Panitia CPNSD Paling Berpotensi Curang

Senin, 10 Januari 2011

BANDAR LAMPUNG (LampostOnline): Banyaknya dugaan manipulasi tes penerimaan calon pegawai negeri sipil daerah (CPNSD) di Lampung mengindikasikan keterlibatan panitia di daerah.

Direktur Pusat Studi Strategi dan Kebijakan (Pussbik) Lampung Aryanto menjelaskan kecurangan yang banyak dilaporkan adalah munculnya nomor peserta siluman yang dinyatakan lulus tes. Padahal, peserta tersebut tidak ikut tes atau hanya mengisi sebagian dari lembar jawab komputer (LJK). "Pihak yang paling mungkin berbuat curang adalah panitia daerah. Mereka bisa menyisipkan LJK yang sudah diisi," kata Aryanto, Selasa (4-1).

Penggantian, kata dia, bisa dilakukan sesaat setelah tes atau saat LJK akan dibawa ke Gedung Pusiban. "Dari kasus yang dilaporkan, ya menurut saya ada keterlibatan oknum panitia di daerah. Ini tidak bisa didiamkan. Harus ditindaklanjuti," kata dia.

Hal senada dikatakan Koordinator Tim Advokasi Pengawalan (TAP) BEM Unila Recky Chandra. Namun, Recky menengarai peluang kecurangan terbesar terjadi di Pusiban. Yakni saat seluruh LJK dikumpulkan dan siap dibawa ke Universitas Indonesia. Di Pusiban itulah, katanya, banyak berkas yang tidak tersegel dan banyak orang yang tidak berkepentingan keluar-masuk gedung. "Kalau ada yang mau menyelipkan LJK siluman atau mengganti dengan LJK yang disiapkan oknum itu, ya sangat mungkin dilakukan," ujarnya.

Aryanto menambahkan kalau panitia merasa tidak curang pada penerimaan CPNSD, seharusnya panitia melalui pemerintah daerah berani membentuk tim independen beranggotakan DPRD, polisi, mahasiswa, dan lembaga nonpemerintah. Tim inilah yang akan membuktikan ada atau tidaknya kecurangan. "Kalau hasilnya tidak ada kecurangan, citra panitia penyelenggara akan pulih," kata Aryanto.

Cek Ijazah

Di Gunungsugih, Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Lampung Tengah masih mengecek keaslian ijazah peserta yang dinyatakan lulus ke perguruan tinggi asalnya. "Jika peserta menggunakan ijazah palsu atau belum lulus, akan digugurkan," kata Kepala BKD Lamteng Husein Brenhard kemarin.

Menurut dia, pihaknya sudah meneliti berkas dan tidak ada kejanggalan saat memasukkan berkas pendaftaran. Di antara peserta tes yang lulus adalah GK, dengan nomor tes 108180044 yang tercatat lahir pada 25 Januari 1990 dan meraih sarjana. Husein berjanji mengecek ke Unila.

Untuk ketiga nama yang disebut-sebut janggal, BKD sudah menghubungi ketiganya. "Mereka sudah ditelepon dan siap untuk dicek ulang," kata Husein.

Sementara itu, Sekretaris BKD Metro Eni Endarti menjelaskan CPNSD atas nama Rezki Agung Hakiki dengan nomor tes 038340020 tidak masuk daftar peserta di media massa. Menurut dia, itu hanya masalah teknis karena bahan pengumuman yang diberikan ke media massa berupa softcopy dari peserta nomor tes 038340001 sampai 038340019 dan laporannya belum diubah. "Ini hanya kesalahan entri data," ujar Eni

Menurut Eni, pemberitaan media massa tidak salah karena berdasar SK Wali Kota Metro, peserta untuk formasi pengawas tata bangunan dan perumahan ada 19 orang. "BKD Metro sekadar memberikan keterangan untuk melengkapi informasi yang diberitakan ke media massa, bahwa peserta sebenarnya yang terdaftar 20 orang," ujarnya.

Di tempat terpisah, Kepala BKD Mesuji Hopzen kemarin menjawab pengaduan peserta tes, Devi Woro Sudiati. Devi mengungkapkan banyak kejanggalan tes CPNSD, salah satunya ada peserta yang mengisi LJK sedikit tapi lulus.

Hopzen menjelaskan pihak BKD tidak mengetahui pasti ihwal pengisian LJK karena dalam di tiap ruangan tes sudah ada pengawas. "Begitu selesai, LJK langsung dikumpulkan dan disegel untuk langsung dibawa ke Jakarta," ujarnya.TIM/U-1/L-1

Read Full 0 comments

puting beliun di sukadana

Minggu, 09 Januari 2011
E-mail Email Berita
Cetak Print Berita
PDF PDF Berita
SUKADANA – Angin puting beliung menerjang Dusun III, Desa Matarammarga, Kecamatan Sukadana, Lampung Timur, pukul 17.30 WIB kemarin (7/1). Akibat kejadian itu, tiga rumah milik warga setempat mengalami kerusakan.

Rumah rusak milik M. Saleh, Parman, dan Yuli. Rumah M. Saleh mengalami kerusakan di bagian dapur akibat tertimpa pohon mangga dan jati. Kemudian genting rumah Yuli berserakan disapu angin. Sedangkan rumah Parman rusak tertimpa pohon sengon. Hingga kemarin, belum diketahui total kerugian akibat kejadian itu.

Menurut salah seorang saksi mata, Edi Pristiono, bencana itu berawal dari hujan lebat yang mulai turun sekitar pukul 16.30 WIB. Tidak lama kemudian, tiupan angin semakin kencang sehingga mengakibatkan sejumlah pohon tumbang. Pohon yang tumbang terdiri atas berbagai jenis. Antara lain, jati, kelapa, mindi, dan sengon.

Selain menimpa rumah warga, ada pula yang tumbang tepat di tengah jalan lintas pantai timur (jalinpantim), tepatnya di dekat Mapolres Lamtim. Kondisi ini sempat menyebabkan kemacetan di ruas jalan itu.

Sejumlah warga langsung berusaha melakukan pembersihan pohon jenis akasia yang tumbang itu. Sedangkan untuk kerusakan di dekat permukiman warga belum dilakukan pembersihan karena hujan masih lebat.

’’Sekarang ini (kemarin), warga belum berani keluar rumah karena hujan masih sangat lebat,” kata Edi melalui telepon genggamnya kemarin. (wid/c2/fik)

sumber: radarlampung.co.id

Read Full 0 comments

Balas Dendam Antar desa di seputih mataram

Kamis, 06 Januari 2011
GUNUNGSUGIH – Suasana mencekam di Kampung Nambahdadi, Kecamatan Terbanggibesar, Lampung Tengah, kemarin berangsur normal pasca penyerangan dan pembakaran rumah oleh warga Kampung Tanjungratuilir, Kecamatan Waypengubuan, Kamis (30/12/2010) lalu.

Bupati Lamteng A. Pairin langsung menggelar mediasi di aula Kopiah Emas Pemkab, Jumat (31/12), yang diikuti camat dan unsur masyarakat Kampung Tanjungratuilir; Nambahdadi; serta Kampung Fajarmataram, Kecamatan Seputihmataram.

Pemkab memanggil tokoh masyarakat Fajarmataram untuk memastikan warga setempat tidak melakukan aksi balas dendam terhadap Kampung Tanjungratuilir.

Pasalnya, selain membakar empat rumah, bentrokan tersebut menyebabkan Agustinus Bambang Hartanto (20), warga Kampung Fajarmataram, yang kebetulan melintas di lokasi kejadian, meregang nyawa.

’’Kalau tidak saling mengalah, persoalan tak akan selesai. Sehingga perlu dicarikan solusinya, yaitu melalui perdamaian,’’ ujar Pairin di hadapan peserta mediasi yang juga dihadiri anggota DPD RI Anang Prihantoro, Kapolres Lamteng AKBP Budi Wibowo, Dandim 0411 Letkol Ramadi Siregar, dan anggota DPRD Lamteng Bambang Suryadi.

Pairin juga menegaskan, camat harus siap di tempat masing-masing. Selanjutnya, unsur kampung yang diundang agar dapat memberikan informasi kepada masyarakat bahwa tidak ada persoalan lagi. Sebab, ketiga kampung telah sepakat berdamai.

Sementara Anang Prihantoro mengatakan, melalui upaya perdamaian antarkampung diharapkan tidak ada lagi aksi balas dendam. Kemudian perdamaian yang telah disepakati nantinya disampaikan kepada masyarakat yang ada di masing-masing kampung. Sehingga masyarakat menjadi tenang dan tidak lagi merasa khawatir untuk melaksanakan aktivitas seperti biasanya.

Kepala Kampung Tanjungratuilir Amin mengaku sepakat untuk berdamai. ’’Kepada saudara saya yang ada di Nambahdadi, semua ini adalah musibah. Kami sebenarnya tidak bermusuhan karena sudah berpuluh-puluh tahun hidup berdampingan dengan kampung lainnya,’’ kata dia.

Senada dikatakan kepala Kampung Nambahdadi dan tokoh masyarakat Fajarmataram, yang sepakat untuk berdamai dan tidak akan membuat aksi balas dendam.

Sedangkan terkait bentrokan tersebut, Kapolda Lampung Brigjen Sulistyo Ishak mengatakan bahwa jajarannya telah menjaga lokasi di wilayah kerusuhan itu. ’’Saya sudah mengecek kondisi di sana seusai kejadian. Jajaran kami sudah berjaga-jaga,’’ ujarnya. Diketahui, anggota samapta dan brimob telah berada di sana, namun Kapolda enggan menyebutkan jumlahnya.

Lebih lanjut Sulistyo mengatakan, terkait tewasnya Agustinus, kepolisian telah mengamankan sejumlah orang terkait hal tersebut. ’’Sudah ada yang diamankan untuk kami periksa,’’ tuturnya.

Diberitakan sebelumnya, satu orang tewas dan empat rumah terbakar saat massa tak dikenal menyerang Kampung Nambahdadi pukul 11.30 WIB Kamis (30/12). (yna/rnn/c1/ary)


sumber: radarlamteng.co.id

Read Full 0 comments

Rumah Kepala desa Nambahdadi di Bakar Masa

NAMBAHDADI - Kerusakan puluhan rumah di Kampung Nambahdadi, Kecamatan Terbanggibesar, Lampung Tengah, akibat kerusuhan pada Kamis (30/12) lalu akan diperbaiki secara swadaya dan bergotong royong.

Dari kerusuhan tersebut, sekitar 36 rumah rusak dan dua di antaranya rusak parah. Dari insiden tersebut, kerugiannya diperkirakan Rp300 juta.

’’Dari pertemuan Sabtu (1/1) malam antara pamong kampung, tokoh, serta warga Nambahdadi di balai kampung setempat, disepakati memperbaiki kerusakan rumah secara swadaya dan bergotong royong," kata Anang Prihantoro, anggota DPD RI yang juga tokoh masyarakat Kampung Nambahdadi, kemarin.

Selain itu, ujar Anang, Pemkab Lamteng siap memfasilitasi kerusakan rumah yang dialami masyarakat kampung setempat. ’’Penyataan ini dikemukakan saat saya menghadiri pertemuan dengan warga tiga kampung di aula Kopiah Emas Pemkab Lamteng,’’ terangnya.

Dilanjutkan, hingga kemarin suasana di Nambahdadi telah normal kembali. Masyarakat setempat sudah menjalankan aktivitas sebagaimana biasanya. ’’Tetapi, beberapa anggota Polres Lamteng dan Polsek Terbanggibesar masih berjaga-jaga di lokasi kejadian,’’ ucapnya.

Diketahui, Kamis (30/12) lalu, Bupati Lamteng Hi. A. Pairin dan Kapolres AKBP Budi Wibowo mendatangi rumah korban salah sasaran bernama Agustinus di Fajarmataram, Kecamatan Seputihmataram. Kedatangan mereka untuk menyatakan turut berduka cita dan sekaligus memberikan tali kasih ke keluarganya.

Bupati juga sudah menggelar mediasi di aula Kopiah Emas, Jumat (31/12), yang diikuti camat dan unsur masyarakat Kampung Tanjungratuilir; Nambahdadi; serta Kampung Fajarmataram, Kecamatan Seputihmataram.

Pemkab memanggil tokoh masyarakat Fajarmataram untuk memastikan warga setempat tidak melakukan aksi balas dendam terhadap Kampung Tanjungratuilir.

Pasalnya, selain membakar empat rumah, bentrokan tersebut menyebabkan Agustinus Bambang Hartanto (20), warga Kampung Fajarmataram, yang kebetulan melintas di lokasi kejadian, meregang nyawa.

’’Kalau tidak saling mengalah, persoalan tak akan selesai. Sehingga perlu dicarikan solusinya, yaitu melalui perdamaian,’’ ujar Pairin di hadapan peserta mediasi yang juga dihadiri anggota DPD RI Anang Prihantoro, Kapolres Lamteng AKBP Budi Wibowo, Dandim 0411 Letkol Ramadi Siregar, dan anggota DPRD Lamteng Bambang Suryadi.

Pairin juga menegaskan, camat harus siap di tempat masing-masing. Selanjutnya, unsur kampung yang diundang agar dapat memberikan informasi kepada masyarakat bahwa tidak ada persoalan lagi. Sebab, ketiga kampung telah sepakat berdamai.

Kepala Kampung Tanjungratuilir Amin mengaku sepakat untuk berdamai. ’’Kepada saudara saya yang ada di Nambahdadi, semua ini adalah musibah. Kami sebenarnya tidak bermusuhan karena sudah berpuluh-puluh tahun hidup berdampingan dengan kampung lainnya,’’ kata dia. Senada dikatakan kepala Kampung Nambahdadi dan tokoh masyarakat Fajarmataram, yang sepakat untuk berdamai dan tidak akan membuat aksi balas dendam.

Diberitakan sebelumnya, satu orang tewas dan empat rumah terbakar saat massa tak dikenal menyerang Kampung Nambahdadi pukul 11.30 WIB Kamis (30/12). (rnn/gde/c1/adi)

sumber: radarlampteng.co.id

Read Full 0 comments

Tawuran antar desa di Seputih Mataram

Sabtu, 01 Januari 2011
NAMBAHDADI – Satu orang tewas dan empat rumah terbakar saat massa tak dikenal menyerang Kampung Nambahdadi, Kecamatan Terbanggibesar, Lampung Tengah, pukul 11.30 WIB kemarin (30/12).

Hingga pukul 01.00 tadi, suasana perkampungan Nambahdadi masih mencekam. Lampu-lampu penerangan di dalam rumah warga sengaja dimatikan. Sebelumnya, imbauan dari pengeras suara di masjid-masjid terus berkumandang agar warga Nambahdadi menggelar ronda malam.

Di setiap akses masuk Kampung Nambahdadi, petugas keamanan dari Polres Lamteng dan Brimob Kompi 4 Pelopor Gunungsugih terus bersiaga. Tidak hanya itu, Polda Lampung juga menyiagakan satu unit kendaraan water cannon.

Informasi yang berkembang, kerusuhan di Kampung Nambahdadi berawal dari unjuk rasa yang dilakukan ratusan warga ke polres setempat kemarin. Warga datang menggunakan lima truk dan dua mobil pikap, yang dikawal enam perwakilan dari Kampung Nambahdadi seperti anggota DPD RI Ir. Anang Prihantoro, anggota DPRD Lamteng J. Natalis Sinaga, Dewi selaku koordinator lapangan (korlap), bersama tiga warga lainnya yang diterima Kapolres Lamteng AKBP Budi Wibowo.

Mereka mendesak polres membebaskan Suparno (38), warga Nambahdadi yang ditangkap polisi Senin malam (27/12) sekitar pukul 21.00 WIB. Karena diduga terlibat melakukan pengeroyokan terhadap Weli Apriljal (22), tersangka pencurian kendaraan bermotor. Kejadian itu sekitar pukul 08.15 WIB Minggu (19/12) lalu.

Dengan membentangkan kertas karton bertuliskan Parno Keluarkan, Kami Minta Keadilan, Parno Bukan Pencuri, warga terus berteriak mengeluarkan yel-yel agar Parno dikeluarkan. Namun, Kapolres tidak mau mengeluarkan Suparno. Saat negosiasi berlangsung, di luar pelataran mapolres muncul puluhan orang bersepeda motor tidak dikenal dan tiba-tiba mengayun-ayunkan berbagai senjata tajam untuk membubarkan aksi.

Ratusan warga Nambahdadi berhamburan kabur menggunakan truk, mobil kecil, dan sepeda motor. Bahkan. puluhan ibu-ibu yang ikut rombongan tertinggal di mapolres dan meminta kepada petugas untuk mengantar mereka karena takut terjadi hal yang tidak diinginkan di jalan.

Beruntung saat itu aksi massa yang tidak dikenal berhasil diredam jajaran polres dan Brimob Kompi 4 Pelopor Gunungsugih. Ternyata, karena dilerai, oknum massa masih belum puas. Mereka meluncur ke Kampung Nambahdadi dengan membawa beberapa liter bensin.

Sesampainya di Kampung Nambahdadi, massa itu mulai beringas dan membakar rumah kepala kampung setempat Supriyanto beserta tiga rumah warganya bernama Wajib dan Suwarno.

Di saat massa lepas kendali, Agustinus (20) dan ayahnya Bambang Trimulyo Hartono, warga Kampung Fajarmataram, Seputihmataram, yang kebetulan melintas di lokasi jadi bulan-bulanan.

Sepeda motor Yamaha Jupiter BE 3413 HF milik Agustinus dirusak. Dia ditusuk di perut dan paha. Sedangkan Bambang menderita luka bacok di tangan. Namun, akibat luka sajam di pahanya, Agustinus meninggal pukul 14.00 WIB di Rumah Sakit Mitra Mulia Husada Bandarjaya.

’’Sepertinya mereka (massa) balas dendam karena salah seorang warganya, yakni Weli, dikeroyok warga Kampung Nambahdadi karena mencuri sepeda motor,’’ kata salah seoarang warga yang enggan namanya dikorankan.

Sekedar mengingatkan, Weli Apriljal (22), warga Kampung Tanjungratu, Kecamatan Waypengubuan, Lamteng, sekitar pukul 08.15 WIB Minggu (19/12) babak belur dihajar massa di Kampung Nambahdadi.

Weli kepergok mencuri sepeda motor Yamaha Mio Sporty BE 3044 HO milik Sutimin (46), warga Kampung Bumisetia, Seputihmataram. Kejadian tersebut sekitar pukul 08.00 WIB.

Informasi yang didapat Radar Lamteng (grup Radar Lampung), saat itu sepeda motor Mio terparkir di halaman depan rumah korban. Karena melihat situasi lengang, pelaku langsung membawa kabur motor tersebut.

Saat membawa kabur motor, tiba-tiba pelaku dipergoki warga sambil menjerit ada maling. Dalam hitungan detik, warga pun berkumpul dan menangkap tersangka.

Terpisah, Wakil Bupati Lamteng Ir. Mustafa mengimbau kepada warga Nambahdadi dan Tanjungratu agar tenang dan menahan diri. Jangan sampai warga terpengaruh atau terprovokasi untuk berbuat yang melanggar hukum.

’’Saya selaku pribadi dan juga Pemkab Lamteng mengimbau kepada warga Nambahdadi dan Tanjungratu agar bersabar dan jangan sampai terjadi salah paham. Termasuk jangan sampai terprovokasi oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab, yang pada akhirnya dapat berbuat sesuatu yang melanggar hukum,’’ ujarnya.

Dilanjutkan Mustafa, pihaknya akan secepat mungkin melakukan upaya mediasi antarkedua belah pihak agar jangan terjadi salah persepsi.

’’Kami segera turun ke lapangan dan mengajak berbicara kedua belah pihak secara kekeluargaan. Secara pribadi dan mewakili pemkab, saya menyampaikan salam damai kepada seluruh warga Lamteng,’’ papar Mustafa.

Ajal Menjemput usai Takziah

Tak pernah terpikirkan sebelumnya oleh Bambang Trimulyo Hartono (45), warga Kampung Fajarmataram, Kecamatan Seputihmataram, Lamteng, bakal kehilangan putra sulungnya yang bernama Agustinus Bambang Hartanto (20).

Agustinus meninggal secara tragis, setelah menjadi korban amuk massa saat melintas di Jalan Raya Kampung Nambahdadi, Kecamatan Terbanggibesar, kemarin (30/12) sekitar pukul 12.00 WIB.

Dia merupakan putra sulung Bambang yang masih duduk di bangku SMKN 3 Baturaja, Sumatera Selatan. Agustinus pulang ke kampung halamannya dalam rangka liburan sekolah setelah ujian semester.

Ditemui di Rumah Sakit Mitra Mulia Husada Bandarjaya, Bambang terlihat masih shock. Raut wajah sedih masih tampak jelas. Ia lebih banyak diam di ruang UGD, sambil menunggu jenazah anaknya.

Air mata tampak menetes di pipi bapak yang memiliki dua putra ini. Sambil terbata-bata, ia menuturkan kejadian yang dialami bersama anaknya itu.

’’Saya ini baru pulang dari Tanjungkarang, Bandarlampung, karena habis ada acara nyeratus hari mbahnya Agustinus. Saya bersama anak saya berangkat kemarin (Rabu, Red) ke Tanjungkarang. Hari ini (kemarin) saya pulang ke rumah dan berangkat dari Tanjungkarang sekitar jam 09.30,’’ kata Bambang.

Dia bersama Agustinus mengendarai sepeda motor Yamaha Jupiter Z. Melintas di Kampung Nambahdadi, Bambang melihat banyak orang yang berada di jalan sambil membawa senjata tajam. Melihat gerombolan warga tersebut, Agustinus yang mengendarai sepeda motor tetap menerobos karena tidak tahu jika terjadi tawuran.

’’Tiba-tiba dari belakang ada yang memukul kepala saya. Kemudian dari depan anak saya juga dipukul dan motor yang kami naiki terjatuh. Bersamaan dengan itu, massa membacok saya dan anak saya. Tetapi, saya melawan dan sabetan pedang yang diarahkan ke saya bisa saya tangkis. Namun, anak saya yang tidak melawan malah dibacok,’’ tutur Bambang.

Tak lama kemudian, datang anggota polisi dan massa pun akhirnya bubar. Lalu menggunakan mobil patroli, Bambang dan Agustinus dibawa ke RS Mitra Mulia Husada. Namun sayang, nyawa Agustinus tak dapat diselamatkan dan akhirnya meninggal karena mengalami luka tusuk benda tajam pada bagian perut dan luka bacok di kaki kanan. Sementara Bambang hanya mengalami memar pada bagian tangan kanan akibat pukulan benda tumpul.

’’Di lokasi kejadian, saya berusaha menutupi luka di perut anak saya pakai tangan, tetapi darah terus keluar. Sepeda motor saya juga dirusak dan dibacok-bacok,’’ cerita Bambang.

Ia menuturkan, Agustinus masih duduk di bangku kelas tiga SMKN 3 Baturaja. ’’Dia ke sini karena liburan sekolah. Musibah ini belum saya beri tahu ke ibunya. Kemungkinan kalau sekarang ini ibunya masih ada di ladang. Kepada pihak yang berwajib, saya minta agar masalah ini diusut tuntas. Karena saya ini hanya pengendara yang kebetulan lewat dan tidak tahu masalah apa-apa,’’ ujarnya sedih. (rnn/gde/c1/ary)

Sumber: radar lampung
Read Full 0 comments

Panitia CPNS Menunggu Berkas Pengumuman

Senin, 06 Desember 2010

GUNUNGSUGIH-Jumlah sekolah yang akan dipakai untuk pelaksanaan tes tertulis CPNSD Lamteng 2010, belum dapa dipastikan. Sebab, panitia masih menunggu berkas CPNSD yang masuk.

Kepala BKD Lamteng Drs. Hi. Husen Brenhard mengatakan, memang sebelumnya telah menghubungi sekolah yang ada di Poncowati, Kecamatan Terbanggibesar, untuk meminta ijin bahwa pada 5 Desember nanti ada pelaksanaan tes tertulis CPNSD. Namun, berapa banyak sekolah yang akan dipakai untuk lokasi tes belum dapat dipastikan karena berkas pelamar terus mengalir.

Tapi yang jelas lokasi tes tertulis telah kita tentukan di Poncowati dan pihak sekolah telah kami hubungi. Nanti setelah tidak ada lagi berkas yang masuk baru dapat ditentukan berapa banyak sekolah yang terpakai,ujar Husen kemarin (23/11).

Sama halnya dengan pengawas ruangan tes tertulis, menurut Husen, menunggu jumlah akhir pelamar. Sehingga dapat ditentukan berapa banyak pengawas yang akan dibutuhkan pada pelaksanaan tes tertulis nanti.

Kalau tenaga pengawas berasal dari guru yang sekolahnya dipakai sebagai tempat tes tertulis. Berapa banyak guru yang dibutuhkan juga nanti setelah hasil akhir pelamar, terang Husen.

Hingga kemarin (23/11), panitia CPNSD kembali menerima berkas pelamar sebanyak 21 berkas dengan perincian tenaga guru (8), tenaga kesehatan (5), dan tenaga teknis lainnya (8). Sementara pada Senin (22/11), berkas lamaran yang diterima sebanyak 792 dengan perincian tenaga guru (381), kesehatan (99), dan tenaga teknis lainnya (305) serta tanpa formasi (7).

Sebelumnya, berkas pelamar CPNSD yang diterima pada Senin (15/11) sebanyak 22 berkas meliputi tenaga guru (11), tenaga kesehatan (3), dan tenaga teknis lainnya (8). Kemudian Selasa (16/11) kembali diterima berkas pelamar CPNSD sebanyak 386 meliputi tenaga guru (189), tenaga kesehatan (73), tenaga teknis lainnya (122), dan tak ada formasi yang dilamar (2).

Selanjutnya pada Kamis (18/11), berkas lamaran yang diterima sebanyak 693 dengan perincian tenaga guru (365), tenaga kesehatan (138), tenaga teknis lainnya (188), dan tidak ada formasi (3). Lalu Jumat (19/11), berkas pelamar yang diterima ada 1.226 dengan perincian tenaga guru (607), tenaga kesehatan (212), tenaga teknis lainnya (401), dan tak ada formasi (6).

Berlanjut Sabtu (20/11) berkas lamaran yang diterima sebanyak 1.192 yang meliputi tenaga guru (622), tenaga kesehatan (210), tenaga teknis lainnya (357), dan tak ada formasi (4). Kemudian Minggu (21/11), jumlah berkas yang diterima sebanyak 1.542 meliputi tenaga guru (790), tenaga kesehatan (226), tenaga teknis lainnya (514), dan tak ada formasi (14).(*)

Read Full 0 comments
 

© Copyright by Berita online Lampung Tengah | By Nurmanto