Pembajak Bus dibekuk
Kamis, 06 Mei 2010TERBANGGI BESAR - Kerja keras tim buru sergap (buser) Polsek Terbanggibesar, Lamteng, membuahkan hasil. Terbukti, tersangka pembajak bus yang jadi buronan polisi selama empat bulan, berhasil ditangkap, sekitar pukul 14.00 WIB Selasa (4/5) lalu.
Tersangka tersebut yakni Atob (34) warga Kampung Tanjungratu, Kecamatan Waypengubuan, Lamteng. Ia diduga bersama temannya berinisial Gn, yang masuk daftar pencarian orang (DPO) melakukan penodongan menggunakan senpi rakitan jenis pistol. Modusnya, dengan cara membajak Bus Puspajaya jurusan Rajabasa-Unit II Tulangbawang, yang dikemudikan Hadis (29) dan ditumpangi 10 penumpang.
Peristiwa itu terjadi, sekitar pukul 17.30 WIB Jumat (8/1) lalu, di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) tepatnya Kampung Terbanggibesar.
Hal tersebut dipaparkan Kanitreskrim Polsek Terbanggibesar Ipda Samsuri mendampingi Kapolsek AKP Dennie Andreas kepada Radar Lamteng kemarin. Ia mengatakan, tersangka melakukan pembajakan bus Puspajaya dengan berpura-pura menjadi penumpang bus.
Awalnya, tersangka pura-pura menjadi penumpang sambil memberhentikan bus dari Bandarjaya. Sedangkan, temannya Gn membuntuti dari belakang bus, menggunakan sepeda motor. Ketika, melintas Jalinsum tepatnya di Kampung Terbanggibesar arah Menggala, tersangka langsung mengeluarkan sepucuk pistol sambil menodongkan kearah para penumpang dalam bus tersebut, ucapnya.
Para penumpang pun ketakutan, kata Ipda Samsuri, saat itulah, tersangka dengan leluasa mengambil harta benda penumpang berupa handphone (hp).
Dari aksi tersebut, tersangka berhasil merampas 10 buah hp berbagai jenis dari para penumpang. Setelah berhasil merampas hp, tersangka kemudian turun dari bus, dan kabur dengan sepeda motor yang dikendarai temannya Gn, yang membututi dari belakang bus, terangnya.
Akibat perbuatanya, tersangka akan dijerat pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan. Ancaman hukumannya 10 tahun penjara.
Sedangkan, temannya masih dalam pengejaran petugas, tegasnya.
Dihadapan penyidik, tersangka Atob mengakui perbuatannya tersebut. Hasil jarahan itu, dijualnya dengan harga bervariasi, dari mulai harga Rp150 ribu hingga Rp 350 ribu.
Dari hasil penjualan hp tersebut, yang totalnya Rp2,3 juta itu, kami habiskan untuk berfoya-foya. Sedangkan senpi yang digunakan untuk menodong korban, dibawa teman saya Gn, yang kini buron polisi, tandasnya. (rin/gde)
sumber : radar lamteng
Tersangka begal Di bekuk aparat
Senin, 03 Mei 2010Keempat tersangka tersebut yakni Wy Sumantra (21), Md Apriadi (18), Md Darme (21) dan Kt Astike (20). Mereka semuanya warga Kampung Wirataagung, Kecamatan Seputihmataram, Lamteng.
Selain tersangka, petugas juga menyita barang bukti 1 unit Yamaha Mio Soul warna hitam, dan 1 unit Yamaha RX King warna biru yang digunakan para tersangka. Berikut dua bilah sajam jenis pisau. Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 21.30 WIB Kamis (29/4) lalu, di Jalan Kampung Varia Agung, Seputihmataram.
Sementara, korban pembegalan bernama Rebes (31) warga Dusun 7, Kampung Pajarmataram. Akibat kejadian itu, korban mengalami kerugian berupa sepeda motor jenis Suzuki Smash. Namun, motor itu tidak berhasil dibawa kabur oleh kawanan tersangka tersebut.
Demikian dikatakan Kanitreskrim Polsek Seputihmataram Aiptu Anwar Halusi mendampingi Kapolsek AKP Mupian Somad dan Kapolres Lamteng AKBP Dedi Jumadi kepada Radar Lamteng kemarin.
Modusnya, mereka menghadang motor korban saat melintas di Jalan Kampung Varia Agung, Seputihmataram. Lalu, kawanan begal itu melakukan penodongan menggunakan dua bilah sajam (senjata tajam) jenis pisau. Usai kejadian itu, korban melapor ke Mapolsek Seputihamataram.
Menindak lanjuti laporan tersebut, anggota langsung bergerak dan berhasil mengamankan keempat tersangka di kediamannya masing-masing, tanpa perlawanan. Kini mereka mendekam di Mapolsek Seputihmataram, untuk diminta keterangan lebih lanjut, bebernya.
Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka akan dijerat dengan Pasal 365 KUHP tentang curas. Ancaman hukumannya sembilan tahun penjara, tandasnya. (rin)
Sumber: radar lamteng
3 Siswa SMAN 1 TB Tidak LULUS UN
Sabtu, 01 Mei 2010.
Waka Kurikulum Supriyanto, S.Pd mendampingi Kepala SMAN 1 TB Drs. Hi. Dasio Priambodo mengatakan, tiga siswa yang tidak lulus UN tersebut berasal dari kelas IPS satu siswa dan kelas IPA sebanyak dua siswa.
Sementara di ruang kelas akselerasi, siswa terlihat resah saat wali kelas akan membagikan amplop berisi penentuan kelulusan. Setelah amplop terbuka ternyata hasilnya semua tertulis lulus.
Sujud syukur dan sorak spontan dilakukan siswa. ”Lega, plong itulah yang kami rasakan sekarang karena apa yang kami harapkan tercapai yakni lulus. Keyakinan kami akan lulus juga karena dibarengi usaha maksimal yang telah kami lakukan dengan giat dan semangat tinggi belajar, pungkas Muhammad Farhan, ketua kelas akselerasi yang sudah diterima di Universitas Lampung jurusan fakultas teknik biofisika melalui jalur penelusuran kemampuan akademik dan bakat (PKAB).
Guru SMAN 1 TB Amriati, S.Pd didampingi wali kelas lainnya Demiyati, S.Pd, Kristiwati, S.Pd, dan Dra. Listiawati merasa bersyukur karena rata-rata siswa SMAN 1 TB dapat lulus UN. (uci/afs)
Sumber: radar lampung
Siswa SMAN 1 Seputih Mataram Lulus 100 %
Kepala SMAN 1 Seputihmataram Hj. Nurlina, S.Pd, M.M.Pd saat ditemui Radar Lamteng di ruang kerjanya kemarin (27/4) mengatakan, bahwa dewan guru sekolah ini merasa bangga dan puas, atas hasil yang telah dicapai oleh anak didiknya. Selain itu, apa yang diharapkan pihaknya selama ini mencapai target yakni kelulusan 100 persen.
”Setelah pelaksanaan pengumuman ujian pada tanggal 26 April 2010 lalu, pihak sekolah akan melaksanakan cap jari pada siswa yang telah lulus dan waktu pelaksanaannya belum bisa ditentukan. Karena, surat keterangan hasil ujian nasional (SKHUN) dan blanko ijazah, belum ada. Selain itu, untuk mengatasi hal tersebut, pihak sekolah akan menerbitkan surat keterangan hasil ujian nasional sementara, yang berlaku sampai dengan diterbitkannya SKHUN dan ijazah asli,” terangnya.
Nurlina menambahkan, surat keterangan hasil ujian nasional sementara ini, bisa dipergunakan untuk keperluan melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi, atau pun bisa juga dipergunakan untuk melamar pekerjaan.
”Pengumuman hasil ujian nasional (UN) dan ujian akhir sekolah (UAS) di SMAN 1 Seputihmataram telah diumumkan pada Senin lalu. Pengumuman kelulusan tersebut berjalan dengan tertib, aman dan lancar. Adapun, seluruh siswa yang telah lulus langsung mengadakan syukuran bersama dengan dewan guru beserta staf tata usaha, dengan acara doa bersama dan dilanjutkan dengan makan bersama di sekolah setempat,” pungkasnya. (bil/gde )
Sumber: radar lamteng
SMA 1 Rumbia Lulus 100%
Kamis, 29 April 2010Kepala SMA N 1 Rumbia Ngatimin, M.Pd., mengatakan kepada Radar Lamteng, mengenai kelulusan untuk tahun ini mengalami peningkatan dari tahun kemarin. Jika pada tahun ajaran 2008/2009, ada 4 siswa yang tidak lulus, sedangkan pada tahun ajaran 2009/2010 semuanya lulus 100%.
”Pada tahun ini, pengumuman dilakukan di tempat ibadah untuk mewujudkan puji syukur menurut agama masing-masing. Hal ini dilakukan, supaya bagi siswa tidak keliru dalam meluapkan kegembiraannya,” ujarnya.
Setelah seluruh siswa diberi penerangan serta dibagikan hasil pengumuman yang dilaksanakan ditempat ibadah, dilanjutkan dengan sujud syukur dan diakhiri dengan do’a yang dipimpin langsung Kepala SMA N 1 Rumbia.
Ngatimin melanjutkan, bagi siswa/siswi yang telah lulus, tidak diperkenankan meluapkan kegembiraannya dengan corat-coret serta melakukan konvoi bersama. Bahkan bagi yang melakukan akan diberikan sanksi, ketika akan mengurus ijazah kelulusan dengan pakaian corat-coret.
”Setelah diberikan penjelasan dan pengertian kepada siswa/siswi, maka rencananya bagi yang telah lulus, seragam sekolah dapat dikumpulkan ke wali kelas. Kemudian akan didistribusikan kepada adik-adik kelas yang kurang mampu, untuk dapat mempergunakan perlengkapan sekolah yang telah diberikan,” jelasnya.
Mengenai kesepakatan tersebut, alhamdulillah siswa siap, yang penting lulus karena kelulusan bukan akhir perjuangan untuk menuntut ilmu. Ia menuturkan, tahun ini sekitar 65% siswa yang akan melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi, selain yang belum konsultasi ke dewan gurunya.
Lanjutnya, mengenai nilai yang dicapai oleh siswa/siswi SMA N 1 Rumbia klasifikasi nilai A yaitu kelulusan yang istimewa. Untuk jurusan IPA dan IPS nilai tertinggi mata pelajaran matematika 9,75 dan nilai yang terendah mata pelajaran bahasa Inggris 6.00.
”Saya berharap, anak-anak meneruskan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi, soalnya pendidikan SMA mempersiapkan siswa unggul untuk meneruskan ke jenjang perguruan tinggi, tandasnya. (red/gde )
Sumber: radar lamteng
Temukan Granat di Dapur Rumah
Kamis, 22 April 2010Kuat dugaan, granat tersebut adalah peninggalan ayahnya Sudarman (70), yang merupakan pensiunan TNI AD dengan pangkat terakhir Koptu dan berdinas di Kodim 0411 LT. Beliau wafat sejak satu bulan lalu.
Kepada Radar Lamteng kemarin (20/4) Sri menuturkan, ia menemukan granat tersebut ketika ia membersihkan dapur rumah itu, sekitar pukul 14.00 WIB.
Granat yang telah berkarat tersebut, ditemukan Sri di dalam kotak yang terbungkus plastik berwarna putih.
Awalnya saya nggak ada rasa curiga, kemudian ketika plastik tersebut saya bawa, kok saya rasakan terasa berat. Kemudian benda tersebut saya lap, ujarnya.
Usai menemukan bahan peledak tersebut, Sri kemudian melaporkan penemuanya tersebut kepada sang adik Sumantri, yang bertugas sebagai anggota provost di Polres Kota Metro, Selasa (20/4). Mendapati laporan dari sang kakak, Sumantri pun kemudian melaporkan hal tersebut kepada atasannya, dan langsung berkoordinasi dengan anggota Polres Lampung Tengah dan Polsek Trimurjo Lamteng. Tim identifikasi Polres Lamteng dan anggota Polsek Trimurjo kemudian langsung mendatangi rumah tersebut.
Bintara Pembina Desa (Babinsa) Kampung Untoro Serma Pratik yang lebih dulu mendatangi rumah almarhum mengatakan, granat tersebut merupakan granat nanas tipe 36 milik TNI AD. Menurutnya, granat jenis tersebut dibuat kisaran tahun 60-80an. Untuk aktif atau tidaknya granat ini kita tidak dapat memastikanya, nanti tunggu hasil penyelidikan saja, ujarnya.
Ia juga mengatakan, penemuan granat tersebut tidak ada kaitanya dengan sindikat-sindikat yang saat ini sedang merebak di Indonesia. Granat tersebut diduga merupakan peninggalan almarhum Koptu Sudarman.Almarhum Koptu Sudarman sendiri telah pensiun dari dinas militer sejak tahun 1990 silam, Mungkin almarhum lalai dan belum sempat mengembalikan granat tersebut kepada satuan TNI, terangnya.
Jika diperhatikan, sekrup bagian bawah granat tersebut diketahui telah kendor. Sehingga ada kemungkinan granat tersebut sumbunya sudah dicabut oleh almarhum. Sumbu granat ini kalau sudah diambil sudah nggak mungkin bisa meledak lagi, ucapnya.
Sementara itu, Kapolsek Trimurjo AKP. BT Napitupulu saat meninjau ke lokasi mengatakan, granat tersebut terlebih dulu akan dibawa ke Polres Lamteng untuk diamankan dan diselidiki. Menurutnya, tim penjinak bahan peledak (jihandak) akan menyelidiki apakah granat tersebut masih aktif atau tidak, termasuk pengecekkan tahun pembuatan granat.(cw-4/rin/gde)
sumber: radar lamteng
Seputih mataram Dibanjiri Baliho
Selasa, 13 April 2010SEPUTIH MATARAM – Meski pelaksanaan Pilkada Lamteng baru akan digelar Agustus 2010 mendatang, sejumlah baliho kandidat mulai marak di wilayah Kecamatan Seputihmataram, Lamteng. Baik itu dalam bentuk baliho maupun stiker, yang tertempel di tempat-tempat umum.
Berdasarkan pantauan wartawan koran ini kemarin, sebagian besar kandidat pilkada telah memasang baliho di wilayah Seputihmataram yakni pasangan Musa Ahmad – Suwidyo, Hery – Syamsir, Yurida – Mufti Salim, Gunadi Ibrahim, Soeprapto dan Helman Saleh serta Wahadi Saeri.
Menurut pengakuan sejumlah warga, keberadaan baliho tersebut memang cukup membantu sebagai bentuk sosialisasi kepada masyarakat agar masyarakat lebih mengenal para kandidat yang akan maju dalam Pilkada Lamteng mendatang.
Dikatakan Marno (39), salah satu warga Kampung Subingkarya, paling tidak dengan adanya baliho ini, dirinya sudah tahu kapan pelaksanaan pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Lamteng.
”Sekaligus lebih mengetahui, siapa saja yang akan maju dalam pilkada ini,” terangnya.
Hal senada dikatakan Warijo (41), warga Kampung Variaagung Kecamatan Seputihmataram. Menurutnya, kemunculan sejumlah baliho kandidat yang akan maju pada Pilkada Lamteng, menandakan bahwa pilkada pada Agustus mendatang akan berlangsung ramai. Apalagi, kandidat yang akan maju cukup banyak.
”Dengan kemunculan baliho kandidat pilkada tersebut, tidak hanya sebagai sosialisasi belaka. Tetapi juga, sang kandidat pilkada bisa lebih dekat secara langsung dengan masyarakat kecil. Sehingga masyarakat bisa lebih mengenal sosok sang kandidat, termasuk visi dan misinya dalam memajukan Lampung Tengah ke depan,” bebernya. (bil/)
Sumber : radar lamteng
SDN 3 Banjar Agung Kurang Ruang Belajar
SEPUTIH MATARAM – Sejak berdiri tahun 1986, SDN 3 Banjaragung, Kecamatan Seputihmataram, Lamteng hingga saat ini kekurangan ruang belajar. Selain itu, siswa kelas 1 dan kelas 2, harus bergantian menempati satu ruang belajar (kelas). Pembagiannya, siswa kelas satu masuk pagi pukul 07.30 WIB, sedangkan kelas dua masuk pukul 10.00 WIB.
Kepala SDN 3 Banjaragung Ketut Bingin kepada Radar Lamteng kemarin (9/4) menuturkan, bahwa sejak berdirinya gedung SD ini, belum pernah mendapat bantuan dari pemerintah ataupun dinas terkait. Baik itu, bantuan berupa rehab gedung maupun bangun gedung.
”Kami dari pihak sekolah, memohon kiranya dinas terkait membantu keluhan kami selama ini. Karena, sejak tahun 1986 berdirinya SD ini, belum pernah mendapat bantuan. Padahal, di sekolah kami sangat mengharapkan pembangunan penambahan ruang belajar. Soalnya, selama ini sekolah kami masih sangat kekurangan tempat belajar,” katanya.
Ia menerangkan, SD ini hanya mempunyai tiga ruang kelas. Selain itu, plafon ruang kelas pun sudah banyak yang rusak dan bocor.
Selain itu, di sekolah itu kini mempunyai murid berjumlah 100 siswa. Sedangkan, guru yang PNS hanya tujuh orang, ditambah dengan guru honor berjumlah dua orang. Bahkan, saat ini sekolah tersebut hanya mempunyai tiga ruang kelas, satu kantor serta dua perumahan dinas guru. Untuk itu, saat ini perumahan dinas guru tersebut juga dipakai untuk ruang belajar kelas satu dan kelas dua.
”Kami dari dewan guru berharap, di tahun 2010 sekolah SD ini mendapat bantuan, berupa pembuatan gedung untuk tiga ruang kelas. Kita juga mengharapkan, penambahan guru PNS untuk ditempatkan menjadi guru kelas,” tandasnya. (bil/gde)
Sumber: Radar lamteng
Ajak Masyarakat Membangun Kampung
Kamis, 01 April 2010SEPUTIH RAMAN - Ingin merubah menejemen kampung yang transparan, demi menjadikan Seputih Raman sebagai ibu kota kecamatan menjadi langkah awal Hi. Gunawan, SH.I., dalam menduduki kursi sebagai Kepala Kampung (Kakam) Rukti Harjo. Sejauh ini dirinya menilai, peran pembangunan di Kampung Rukti Harjo masih sangat ketinggalan jauh dengan kampung lainya, dan masih harus dilakukan pembenahan kembali.
Salah satu bentuk upaya memajukan Kampung demi mengembangkan Sumber Daya Manusia (SDM), Gunawan berencana akan mendirikan Lembaga Badan Usaha Milik Kampung (LBUMK), di Kampung Rukti Harjo.
”Dalam memajukan Pembangunan Kampung, tentunya tak akan ter lepas dari peran sejumlah Masyarakat. Mesti harus terjalin kebersamaan bersama masyarkat, dengan tidak membedakan suku dan agama, agar terciptanya pembangunan di kampung, tuturnya.
Pria kelahiran Rukti Harjo 1964 ini, maju mencalonkan diri sebagai kakam atas dorongan masyarakat. Sebelumnya, dirinya tak pernah mendapat izin dari sang istri untuk menjadi kakam. Karena desakan masyarakat, dirinya memutuskan untuk maju mengikuti pencalonan Kepala Kampung.
”Niat saya dapat membangun kampung, sebagai pengayom masyarakat, pelindung, serta pelayan masyarakat, ucapnya.
Pada pelaksanaan pilkakam yang berlangsung di Balai Kampung Rukti Harjo, Gunawan dinyatakan mutlak memenangkan pemilihan dengan perolehan suara sebanyak 1.224, dari calon lainya.
”Kemenangan saya bukan kemenangan pribadi, tapi kemenangan ini adalah kemenangan bersama masyarakat, tegas Gunawan.
Gunawan sendiri dikenal sebagai Ketua Lembaga di MTs Ma'arif Kampung Rukti Harjo. Selain itu, ia juga merupakan Ketua Masjid Agung Baitun Nur, Ketua Komite SD N 2 Rukti Harjo, dan pengurus santunan yatim piatu kampung setempat.
Saat ini, masukan, motivasi berupa pikiran untuk membangun kampung sangat ia harapkan dari masyarakat. ”Karena untuk melaksanakan pembangunan kampung tentunya harus dilakukan bersama sama masyarakat, imbuhnya.(cw-4/rca)
BIODATA
Nama : Hi. Gunawan SHI
TTL : Rukti Harjo 27 Agustus 1964
Istri : H. Kursihyani
Anak : Febry, Bayu, Nabila, Indra, Farhan